Cara Mengobati Dan Menceggah TBC

Pengobatan TBC
Kuman Tubercolusis hanya dapat dibasmi dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang sering digunakan adalah:
- Isoniazid (INH)
- Rifampicin (RIF)
- Pyrazinamide (PZA)
- Ethambutol (EMB)
- Streptomycin (SM)

Untuk menghindari munculnya bakteri TBC yang resisten dan mempercepat pembasmian kuman, biasanya diberikan obat yang terdiri kombinasi 3-4 macam obat ini.


Perawatan

Perawatan bagi TBC aktif dan TBC pasif walaupun menggunakan obat anti tubercolusis (OAT) yang sama namun periode perawatannya berbeda.
Penderita TBC pasif (infeksi TBC) cukup diberi perawatan dalam waktu 6 bulan yang dikenal dengan perawatan pencegahan. Sedangkan penderita TBC aktif (penyakit TBC) memerlukan waktu 6-9 bulan dan isolasi mungkin diperlukan ketika dianggap menular. Perawatan dalam kedua keadaan itu disertai dengan konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan, mengikuti saran-saran dokter.

Karena pengobatan ini memerlukan waktu yang lama dan obat-obatan yang diminum juga banyak, maka faktor kepatuhan penderita minum obat sangat diperlukan untuk mencegah kegagalan
terapi atau resistensi. Untuk itu dilakukan strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan langsung atau dikenal dengan istilah DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse).
Dalam DOTS ada seseorang yang akan mengawasi serta mengingatkan penderita minum OAT yang disebut dengan Pengawas Minum Obat (PMO). Biasanya PMO ini berasal dari keluarga atau kerabat dekat penderita.
Dengan menggunakan strategi DOTS proses penyembuhan TBC dapat secara cepat dan tepat.

DOTS
DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) adalah strategi penyembuhan TBC jangka pendek dengan pengawasan secara langsung.
Strategi DOTS memberikan angka kesembuhan yang tinggi, bisa mencapai 95%.

Strategi DOTS terdiri dari 5 komponen, yaitu:
-



-


-


-

-
Adanya komitment politis dari pemerintah untuk bersungguh-sungguh menanggulangi TBC, sehingga dengan adanya peran serta berbagai unsur pemerintah dan masyarakat diharapkan program ini berjalan sukses.

Meningkatkan deteksi dini dan kemampuan diagnosis penyakit TBC di pusat pelayanan kesehatan perifier (Puskesmas)

Pengobatan TBC dengan Obat Anti TBC (OAT) jangka pendek dengan diawasi secara langsung oleh PMO (Pengawas Minum Obat)

Tersedianya OAT yang terjangkau penderita secara konsisten

Pencatatan dan pelaporan penderita TBC
Pencegahan Penyebaran TBC
Yang menjadi sumber penyebaran TBC adalah penderita TBC, hal yang paling efektif adalah mengurangi penderita TBC.
Ada dua cara yang dilakukan pada saat ini dalam mengatasi penyebaran, yaitu terapi dan imunisasi.

Untuk terapi, WHO merekomendasikan strategi DOTS. Dalam hal ini ada tiga tahapan penting, yaitu mendeteksi pasien, melakukan pengobatan dan melakukan pengawasan langsung.

Cara kedua adalah imunisasi. Imunisasi akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC. Vaksin TBC, yang dikenal dengan nama BCG (Bacillus Calmette Guerin) terbuat dari bakteri Mycobacteria Tubercolusis strain BCG. Bakteri ini menyebabkan TBC pada sapi, tapi tidak pada manusia. Vaksin BCG hanya diperlukan sekali seumur hidup. Di Indonesia diberikan kepada balita sebelum berumur dua bulan.

BCG tidak dapat mencegah serangan TBC namun memberikan perlindungan kepada anak pada bagian vital lain seperti otak (meningitis tuberkolusis) yang dapat berakibat buruk pada perkembangan otak anak dan bisa menyebabkan kematian.

Pengecekan imunitas yang diberikan dari BCG perlu dilakukan setelah periode waktu tertentu (3 s.d. 5 tahun) sebab kekuatan vaksin dapat menghilang.


Tips untuk penderita penyakit TBC
-
Jangan lupa untuk secara teratur minum obat setiap harinya, sesuai anjuran dokter
 
-
Selalu menutup mulut dengan tisu jika batuk, bersin atau tertawa. Simpan tisu dalam tempat tertutup dan buang di tempat sampah

-
Beraktifitas seperti biasa, seperti sekolah, bermain, dan bekerja. Selama penderita TBC minum obat dengan benar, maka risiko menularkan akan hilang. Jadi aktifitas sosial dan harian tidak ada yang perlu dibatasi, artinya penderita TBC jangan dikucilkan atau dijauhi.
 
- Sirkulasi dalam kamar harus baik, jika perlu tambahkan kipas angin untuk membuang udara di dalam kamar. Usahakan tinggal dalam kamar atau rumah yang memiliki ventilasi cahaya baik. Kuman TBC mudah menyebar dalam ruangan tertutup dan tidak ada sirkulasi udara.
Setelah minum obat selama 1-2 minggu, pada umumnya penderita sudah tidak menularkan kuman TBC.

 
Solusi Dengan Propolis Alami Tanpa Efek Samping



Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah madu yang dikumpulkan dari pucuk daun-daun muda dan dicampur dengan air liur lebah, Propolis ini digunakan oleh lebah untuk menambal dan mensterilkan sarang mereka dari serangan virus, bakteri, jamur dll. Pada zaman sekarang ini, propolis banyak sekali digunakan sebagai solusi alternatif alamiah untuk penyembuhan dari berbagai macam penyakit berat termasuk untuk mengatasi, mengobati dan menyembuhkan Demam yang diakibatkan oleh perubahan cuaca yang extreme, Radang tenggorokan, maupun kuman atau bakteri yang ber evolosi.

Berikut ini adalah kelebihan pemakaian Propolis Melia sebagai solusi ampuh mengatasi Masalah kesehatan anda dibandingkan dengan obat modern kimia :

  • Propolis (air liur lebah) murni dari alam sehingga tidak mempunyai efek samping dan cocok untuk segala usia. 
  • Penyembuhan penyakit  dengan propolis bersifat luar dalam, sehingga akan menghemat pengeluaran anda karena 1 obat bisa untuk segala macam penyakit luar maupun dalam dan bersifat menyeluruh untuk segala macam masalah kesehatan anak kita yang masih Rentan.
  • Propolis Melia ini adalah propolis murni, sehingga tidak mempunyai masa kadaluwarsa karena bisa bertahan lebih dari 30 tahun dan masih tetap efektif, sangat beda sekali dengan jenis propolis lain yang masa kadaluwarsanya cuma bertahan beberapa tahun saja
  • Sebagai Stimulator (Imunno Stimulator)secara tidak langsung berkhasiat mengaktifkan kembali system imun yang rendah dengan meningkatkan respon imun yang tidak spesifik, antara lain dengan memperbanyak Limfo-T4.NK-cell dan makrofag distimulasi dan interleukin. Efek akhir dari reaksi komplek itu adalah zat asing yang dapat dikenali dan dihancurkan termasuk sel; cacat,virus,dan bakteri.
  • Propolis Mengandung Bioflavonoid Peran Bioflavonoid dalam proses ini adalah peningkatkan kerja system imun dengan jalan peningkatkan aktivitas dan memperbanyak Limfo-T dan Makrofag yang sangat berguna dalam memusnahkan zat asing dalam tubuh ,seperti Jamur,Virus,Bakteri dan Sel bebas.
Cara Pemakaian Propolis Untuk Kanker Serviks :
  1. Untuk Tahap Awal 3 X 7 Tetes perhari Selama 3 hari
  2. Kemudian Bisa Ditingkatkan 5 X 10 Tetes Perhari Sampai Sembuh
  3. Minggu Kedua Bisa dengan Mengkonsumsi Melia Biyang Fungsinya untuk mengganti/meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak.
Catatan: Propolis dapat dipakai bersamaan dengan obat dokter dan tidak akan ada effek samping malah akan semakin mempercepat penyembuhan.
Saat Pemakaian Propolis Sangat  dianjurkan untuk minum air putih yang banyak. Karena Sifat Propolis sebagai Anti Detox maka hal yang pertama dilakukan propolis di dalam tubuh adalah membuang racun dari dalam tubuh. 

Dapatkan KONSULTASI GRATIS !
Jika anda membeli Propolis Melia yang ASLI ini di
 Anis Furoidah Hp; 081553343596/031-770531596
Member of www.Meliasehatsejahtera.com

 Untuk Anda di Sekitaran Sidoarjo Jika berkenan mengambil sendiri barangnya,
silahkan datangi alamat rumah kami, yaitu :
Perum TAS 2 Blok N.10 No. 22
Tanggulangin - Sidoarjo

Bank Untuk Transfer Pembelian:



No.Rek;  900-00-0632700-2  a/n anis Furoidah

 NB: Kami akan segera melakukan pengiriman setelah Anda mentransfer pembelian sesuai jumlah yang anda pesan, Rp.110.000,_ untuk 1 Botol dan Rp.590.000,_ untuk 1 Pak isi 7 Botol propolis. Dan Rp.200.000,_ untuk 1 Botol Melia Biyang. Jika anda menjadi member, Kami Juga akan Membuatkan Website Toko online seperti Ini untuk anda yang akan menjadi Agen Perwakilan Kami di Daerah Anda. Dan Anda otomatis masuk dalam jaringan http://meliasehatsejahtera.com info lebih lanjut kunjungi Klik DISINI